aku dan ((diriku)=kamu), sebuah personality disorder

kira2 apa yang kau lakukan seandainya suatu pagi kau bangun dari tidurmu dan menyadari jika ternyata dia bukanlah orang yang tepat?
tiba2 dalam sepersekian detik terbersit didalam kepalamu kalimat, "sepertinya aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya".
siapa yang salah? bukan... tapi apa yang salah? aku tidak menginginkan ini terjadi, 5 menit yang lalu pikiran ini sama sekali tidak terlintas dibenakku, sehari yang lalu aku begitu yakin dia adalah orang yang tepat, dan seminggu terakhir ini rasanya tidak ada benturan yang berarti mengenai kepalaku!
moralku kah yang rusak?
intelektualku kah yang bobrok?

apakah jurang perbedaan kita yang terlalu lebar? atau omongan2 miring keluarganya yang memuakan itu?
ah, kenapa kau mempermasalahkan hal itu sekarang? bukankah menurutmu cinta adalah kata lain dari menyatukan 2 hal yang sama sekali berbeda? baru 2 minggu lalu kau memberinya saran untuk menganggap angin lalu setiap perkataan tante nya yang menyebalkan itu, ataupun om nya, atau nenek nya, bahkan mama nya. jadi semua itu adalah kebohongan maksudmu? jangan bilang kau hanya bercanda waktu mengatakan semuanya itu!

bercanda...
sigh..., seandainya hidup ini hanyalah sebuah lawakan yang bisa ditertawakan diakhir acara, anda puas, kamipun lemas! aku tidak akan sepusing ini memikirkannya. sekarang pertunjukan ini hanya akan ditutup dengan sebuah tangisan, tapi ini semua demi kebaikannya juga!

cih, kebaikannya katamu? berani sekali kau memakai kalimat itu sekarang! benar untuk kebaikannya? bukan untuk ego mu yang tidak mau terikat dengan pernikahan? atau ketakutanmu untuk berkomitmen dengan seseorang? dasar PENGECUT! apa yang bisa kau banggakan dari kehidupanmu yang seperti ini? kebebasan? kebebasan seperti apa yang kau maksud jika itu hasil renggutan dari kebebasan orang lain? harusnya dia juga bisa merasakan apa itu kebebasan, tapi ternyata tidak! terimakasih ya, kau yang paling berhak mendapatkan ucapan itu lebih dari siapapun.

lalu apa yang harus aku lakukan?

berjalanlah lurus ke suatu gedung, maksudku berjalanlah ke atas, raihlah lantai tertinggi, kalau bisa yang tertinggi di kotamu, pemandangannya akan jauh lebih mengasyikkan, ingat jangan sampai tertangkap satpam! kemudian jika sudah sampai, pikirkanlah cara bagaimana untuk kembali ke lantai paling bawah dalam waktu kurang dari 10 detik! sekarang, realisasikan ide mu!
voila, semua masalah beres! cerdaskan aku...???
n_______n

haaizh..., sudah ku bilang aku tidak akan melakukan hal itu kecuali jika foto hasil rekayasa telepon apple si yudis itu jadi kenyataan! jangan pernah meracuniku dengan ide itu lagi, kuperingatkan kau!

oh, jadi kau yang berhak mengancam sekarang? kau yang paling benar menurutmu? persetan dengan perasaanmu saat ini! persetan dengan semua yang kau pikirkan! kau hanya seorang pengecut yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain selain perasaanmu sendiri, kau hanya seorang bedebah tengik dengan prinsip kebebasan tai kucingmu yang hanya merupakan kamuflase dari keegoisan tingkat tinggimu itu!

keegoisan tingkat tinggi?
bahasa apa itu? dari struktur nya saja sudah salah, mungkin harus kucari referensi dari kamus oxford di perpustakaan kampus.
sebenarnya aku hanya ingin....

Bali Trip part 1


Bali = paradise,
begitu kira2 kata orang yang pernah berkunjung ke sana. Alam yang indah, pantai yang bagus, kebudayaan yang unik, orang2nya yang ramah...
tapi mungkin perlu dilihat siapa “orang” yang mengatakannya. Kalo mau dibilang alamnya yang indah dan pantainya yang bagus, silahkan googling sebut saja wakatobi, raja ampat, atau bunaken yang telah menjadi world heritage, jauh2 lebih bagus dari pada pantai yang ada di bali entah itu kuta, sanur ataupun dreamland, kebudayaan yang unik okelah, tapi kalo orang2nya yang ramah, nanti dulu... ramah pada siapa?
Mungkin jika anda turis bule anda akan merasakan keramahan yang amat sangat dari penduduk lokal, tapi jika tampang anda lokal namun bahasa anda sangat EYD atau EYDj *ejaan yang dijawakan*, mungkin kata ramah itu akan melenceng sedikit menjadi kebencian dengan sedikit rasis.

Memang tidak dapat dikatakan orang bali secara keseluruhan seperti itu, tapi tetap saja setidaknya itu yang saya dan ke-5 teman saya rasakan ketika jalan2 ke bali bulan oktober kemarin.
Bagaimana tidak, silahkan mencoba berkunjung ke penjaja kaki lima di sekitar kuta dan tunggulah beberapa saat sampai ada turis bule yang datang, saya jamin anda akan melihat wajah bete si penjual akan berubah menjadi senyuman kebahagian dan penuh keramahan, namun senyuman itu bukan untuk anda, tapi untuk bule yang baru datang.Lalu lakukan apapun yang anda inginkan, entah itu tetap melihat-lihat, ngobrol dengan teman ataupun ngeloyor pergi, selama bukan mengambil dagangannya, si penjual tidak akan perduli dengan apa yang anda kerjakan di situ.

Atau silahkan cari penginapan murah di sekitar popies 1, popies 2. Penginapan popies sangat murah jika dibandingkan dengan daerah lainnya di sekitaran pantai kuta. Waktu saya datang kemarin penginapannya berkisar antara 90rb – 180rb untuk kamar tidak ber-AC, dan 200 – 350rb untuk yang ber-AC, padahal 1-2 tahun yang lalu harganya bisa sampai 50rb untuk kamar tidak ber-AC yang sudah lumayan.
Murah memang, tapi pelayanannya juga banyak yang murahan.
Segera setelah memarkir mobil di pantai kuta, saya dan teman2 segera berjalan ke daerah popies untuk mencari tempat menginap, diluar dugaan kami yang berpikir bali akan agak sepi karena bukan hari libur, ternyata hotel2 banyak yang penuh. Sepertinya bule2 ini tidak mengenal hari libur di indonesia.

Masuklah kami dari satu hotel ke hotel lainnya, hotel pertama yang kami masuki bertarif 90rb/malam, si penjaga dengan muka jutek melayani kami seadanya, dan semakin seadanya ketika kami mulai menawar. Hidungnya yang kembang kempis seperti sedang mengisyaratkan kami, take it or leave it. Karena masih merasa kemahalan, kami pun berusaha mencari hotel lainnya yang lebih murah. Siapa sangka kalau ternyata itu adalah tarif hotel termurah yang bisa kami dapatkan saat itu.

Di sini lah berengseknya orang2 bali penjaga hotel itu. Karena merasa paling murah di situ, dan rasanya sudah tidak ada tenaga lagi untuk mencari yang lain, kami pun dengan sisa2 tenaga yang ada kembali ke hotel pertama untuk check in. Dasar keparat, orang2 itu ogah memberikan kamarnya kepada kami dengan alasan sudah penuh. Padahal belum ada setengah jam waktu pertama kali kami datang.
Tai kucing kecoa ngesot! Baru jadi penjaga hotel aja belagunya minta ampun!

Yang lebih bodoh lagi ada satu hotel yang kami tanya, harga sudah deal 200rb/mlm *kalau tidak salah* fasilitas AC, air panas, kolam renang, TV, 1 kamar 3 orang, sudah bilang kami menginap sampai tanggal berapa, bahkan kami berembuk di depan si penjaga hotel sampai ada kata sepakat kalo lebih baik kita menginap di situ saja. Waktu bilang ke penjaganya, “ok, kita ambil 2 kamar”, si penjaganya malah bengong, lama berpikir baru kata2 keluar dari mulutnya, “hotelnya sedang renovasi”, “lah, jadi ada gak nih kamarnya???”, “erm..., masih belum kelar renovasinya”. Jah..... bego bener dah ni orang, kalo kamarnya gak ada, ngapain juga dia jelasin panjang x lebar x tinggi????
sekolah di mana sih ente?!

Akhirnya kami dapat hotel juga, masih di jalan popies. Tarifnya 120rb/malam dapat sarapan. Tawar menawar sebentar, akhirnya deal 100rb/mlm karena kita ambil 3 kamar. Kamarnya busuk, di lantai 3, naik tangga pula. Tapi masih lebih baik dari pada hotel yang saya tinggali waktu bulan juni kemarin saya datang ke bali. Harganya memang hanya 75rb/malam, tapi kamarnya benar3x... busuk sekali. Airnya bau tai, benar2 bau TAI! Hari ke-2 ketika mau mandi pagi, airnya malah tidak keluar sama sekali, kurang ajar betul, padahal sudah terlambat untuk seminar di hard rock. Saya pun pindah ke hotel seharga 150rb waktu itu.

Antara jam 7 – 11 adalah waktunya sarapan, lumayan juga untuk hotel seharga 100rb ada breakfast nya. Pilihannya, banana/pinapple pancake, banana/pinapple toast, sama apa tuh lupa namanya. Yang pasti cuma 2 pilihan, banana or pinapple, gak ada buah lain yah? Pelayanan breakfastnya? Minta ampun kayak sampah dah. Orang2nya bener2 ngajak berantem, ngomong gak sopan, piring dan gelas kotor, aih... emosi rasanya. Suatu pagi si nino minta telur rebus satu, si pelayan dengan nada gak yakin bilang kalo itu telur bayar, 5000 perak! Sial, dia pikir kita gak mampu bayar apa? Sini muke lu gw beli!
Lain lagi waktu ada 2 cewek bule datang buat sarapan, si pelayan, yang juga merangkap tukang sapu itu, segera setelah mengantarkan pesanan si bule, langsung duduk manis di dekat mereka dan mulai ngajak bule2 ini ngobrol, dengan bahasa inggrisnya yang patah2 belepotan kayak sampah itu, dia memulai ceritanya mulai dari tempat tinggalnya di bali sampai curhat masalah dia ditinggalin sama cewe nya yang orang swedia. Cih..., nyadar dong nyadar!!! muka udah kayak tukang becak, kerja cuman nyapu ngepel sama jadi pecun nya bule2 aja belagu bener! Hidup tiap hari cuman dipake buat ngelucu aja, ntar juga kalo tua cuman bisa bediri di pinggir jalan sambil teriak “mushroom... mushroom...”

*buat catatan, ini orang adalah orang yang paling jengkelin, belagu, senga or apalah you name it, sama kita waktu di hotel dari awal check in sampe check out! Makanya agak sedikit emosi waktu cerita. Hehehehe...*

Gak semua orang di bali kayak gitu, mungkin juga yang songong itu bukan orang bali asli, tapi cuma pendatang. Ya gak tau juga. WTF lah, buat yang ngerasa aja...
n_______n

pengen nulis lagi...

hasrat untuk nulis sebenernya udah sering banget muncul akhir2 ini. walaupun gw bukan orang yang pinter nulis or pinter untuk membuat orang ngerti apa yang sebenernya pengen gw omongin, atau setidaknya bisa buat orang betah baca tulisan gw, tapi sama sekali gak mengurangi kecintaan gw buat nulis.
cuman seringnya setiap kali inpirasi itu datang, 24 jam sehari tiba2 menjadi gak cukup untuk gw menyisihkan sedikit waktu aja buat nulis. dan beberapa saat kemudian inspirasi itu pun hilang.
satu2nya inpirasi yang ada di otak gw sekarang ya cuman keinginan untuk nulis, that's it.
semoga abis ini bakalan bisa nyempetin buat nulis2 lagi.

SHiT *Surabaya Heritage [ai] Track*


“…lagian susah banget ngajakin anak2 infor itu buat jalan2 ke tempat2 kayak ginian, lebih seneng ng-game.hehehehe”

Kira2 inilah sepenggal comment gw di facebook yang akhirnya memulai advanture kita kali ini. Gak…, gak cuman Surabaya Heritage track doang, tapi petualangan yang lebih besar dari itu. n____n
Dasar Rikes, tadinya ini cuma salah satu taktik gw buat PDKT sama si Sandra, abis ngeliat foto2nya dia di facebook tentang Surabaya adventure. Walaupun gw emang suka wisata sejarah,tapi setelah gw pikir2 ternyata lebih gede pengen PDKTnya deh. Hohohoho

Hasilnya??

Baca aja terus ni blog
n_____n

Minggu, 25 October 2009
Pagi itu kita berdua kesiangan. Rencana mau berangkat jam setegah 7, akhirnya kita malah berangkat jam setengah 8. Padahal rencananya kita mau ikutan tour gratis dari House of sampoerna *yang sekarang akan kita singkat jadi HOS* yang jam 9 pagi. Buat ikutan tour itu kita harus daftar dulu, dan berhubung itu adalah hari minggu, jadi kita gak bisa daftar lewat telp dan harus ke sana.
Semua udah siap *siap2 gak siap, wong telat…*, pas di kos gw…
Sandra: “waduh, dompetku ketinggalan…”
Gw dengan tenangnya mencoba untuk me-“nyantai”-kan keadaan dengan berkata, “santailah… kan ada akang…, emang kita perlu berapa sih?”
The problem is, hari itu adalah hari minggu di akhir bulan oktober. Saat itu duit yang ada di atm gw tinggal 50rb, dan gw baru dapet kiriman hari senen nya.
“50 rebu cukup? Gimana kalo kita jalan kere2an? Biar lebih seru…”. Kata gw yang sekarang mencoba menenangkan diri mengingat berapa saldo yang ada di atm gw saat itu.

“Cukup koq,,,”. Si Sandra dengan semangatnya

5 detik kemudian…,
“..erm.. cukup gak yah?”

Lah…
3 detik kemudian…,
“cukup kan yah???”. Tanya nya dengan polos kepadaku…
Rikes, “TT_______TT”.

Akhirnya setelah bertanya pada rumput2 yang bergoyang, perjalanan pun dimulai.
Syukurlah….
Dari kos gw kita nunggu bus di A.Yani. Naik bus jurusan yang ke JMP, bayarnya cuman 2500 seorang. Abis itu minta turun sama sopirnya di jalan masuk ke HOS. Dari depan gang ini kita bisa naek becak, biasanya si abang minta di atas 5rb, tapi kalo pinter tawar rasanya bisa dapet sampe 4rb doang, soalnya emang gak jauh tempatnya. Waktu itu gw ngasih si abang 5rb. Kasian juga kalo mau nawar kemurahan, kayak ibu2 komplek aja. Hidup mereka udah cukup keras men…
Sampe di HOS, bus nya masih belom berangkat *horayyy…*. Kita langsung ke bagian reservasi nya. Tapi ternyata udah penuh busnya *gak jadi horrayyy…*. Padahl dari luar masih banyak bangku kosong, kata mbak2nya udah pada pesen tapi belom dateng. Mereka bakalan ditunggu sampe jam 9, kalo emang gak dateng sampe jam segitu baru bisa digantiin. Mbak nya nyaranin gw ambil yang jam 1 siang aja,*jam 1??? Yang bener aja…* gw bilang si mbaknya supaya gw dimasukin waiting list, jadi kalo ada yang gak dateng kita yang gantiin. Tapi si mbak tetep bersikeras supaya gw masuk yang jam 1 aja. Sempet ngotot2an juga, tapi akhirnya si mbak2 itu yang keluar jadi juaranya.
Hufh…
Mau gimana lagi, si mbak bilang yang belom dateng ada 8 orang dan udah ada 8 orang yang dateng duluan dari kita n masuk waiting list duluan. Akhirnya kita berdua mutusin untuk jalan2 di museumnya HOS, tapi gak tau apakah gw masih punya feeling kuat kalo kita masih bisa naek itu bus yang jam 9 atau masih kebawa capek sama kesel gara2 gak bisa ikutan di bus itu. Gw bilang sama sandra buat tunggu sebentar, siapa tau aja ada keajaiban yang terjadi. n____n
Dan keajaiban itu pun akhirnya dating, ada bapak2 sama ibu2 dengan beberapa anak kecil dateng pake becak n lari2 ke arah kita. Ternyata meraka adalah sebagian orang yang udah booking. Setelah dihitung-hitung, kursi yang nyisa di bus cuman tinggal 2 doang. Dan ajaibnya 8 orang itu adalah rombongan sehidup semati yang gak mau di pisahkan oleh apapun. Motto mereka, “satu pegi, semua pegi…”. Motto gw waktu itu, “kalo lu gak mau naek…., bagus dah…” hehehehe
Sambil tersenyum lebar saat mendengar pembicaraan antara si mbak sama 8 sahabat itu, gw segera siap2 untuk nyamperin si mbak setelah yakin ke arah mana pembicaraan meraka akan berakhir.
Yups, they out and we’re in.
10 menit kemudian,

“…mural yang anda lihat di sebelah kiri jalan adalah tembok dari penjara kali sosok yang sengaja dibuat untuk mengurangi kesan angker dari penjara ini…”

Si mbak2 tour guide ngasih penjelasan kita2 para turis dadakan, layaknya seorang ibu guru sedang menjelaskan pada murid2nya. Btw gw yakin banget ni mbak2 orang betawi, logatnya kental banget. Tapi koq bisa nyasar ke sini yah? *Tanya kenapa??? Ngaca donggg…*

Banyak banget hal baru yang gw baru tau dari si mbak2 betawi ini tentang Surabaya. Pada tau gak kalo ternyata daerah pasar gantung itu dulu adalah daerah keraton. Jadi gak cuman jogja sama solo aja yang ada keraton, Surabaya juga punya, namanya kekeratonan Surabaya. Trus di daerah praban itu *deket siola tempat jual dvd bokep bajakan* yang penuh dengan ruko2 dan penjual kaki lima di tengah kota, orang2 mungkin jarang perhatiin kalo di situ ada satu pintu kecil warna ijo yang di dalemnya itu makam dari orang yang katanya pembabat hutan pertama kali di Surabaya. Jadi istilah kerennya do’i orang pertama di tanah Surabaya ini lah.
Trus katanya lagi di bawah Surabaya ini ada trowongan2 rahasia buatan jaman Belanda dan Jepang yang saling menghubungkan antara gedung yang ada di Surabaya.

Perhentian pertama kita di kantor walikota *apa balaikota yah? Lupa gw* gak ada yang menarik. Cuman ada patung ikan sura sama buaya, cikal bakal kota Surabaya. Sempet foto2 juga disini.


Perhentian kedua yang juga adalah perhentian terakhir, kita masuk kayak pusat kebudayaan gitu, namanya cak durasim. Pas nyampe ada yang lagi nari2. Gak tau juga merak nari apaan, sempet suru si sandra ikutan, rencananya mau gw foto dan akan jadi bahan ejekan seumur hidup, tapi ternyata dia gak mau. Hehehe
Parkiran cak durasim siang itu penuhhhhh… banget. Bus kita sampe susah banget mau masuknya. Sempet timbul kekaguman juga dikepala gw, ternyata orang2 di Surabaya masih peduli juga dengan budaya tradisionalnya, gak kayak di Jakarta, barang ginian mah cuman bisa ditemuin di kampung2 kayak condet dan sekitarnya. Tapi kekaguman itu sirna setelah membaca nama Advent Bangun di salah satu banner yang ada di situ. Koq kayak kenal yah? Ya iyalah, itu kan nama pendetanya Tiberias. Lah… ternyata yang membuat cak durasim rame gara2 ada gereja di situ. Keterlaluan juga pikir gw ni gereja2, semua tempat bisa dibikin gereja, mulai dari mall, hotel, ruko, sampe pusat kebudayaan juga. Mungkin kalo kepepet WC umum juga bakalan dipake yah? Hohohoho. Apa mungkin juga sanking gak ada pengunjungnya, salah satu cara yang di tempuh oleh pengurus pusat budaya cak durasim supaya budaya tradisional tetap bertahan adalah dengan menyewakan salah satu ruangannya untuk menjadi gereja. Like I said before, hidup ini keras men…

Lumayan lama di cak durasim, gak banyak yang bisa dilihant di sini selain beberapa ibu2 yang lagi goyang pantat,


tapi lumayan juga buat seru2an, apalagi kalo jalan berdua doang dengan si do’i. n_____n
Pas perjalanan pulang kearah HOS, si sopirnya muterin kita lewat jalan belakang, sisi lain dari penjara kali sosok. Beda banget dari sisi yang kita lewat pas pegi yang penuh dengan mural2, sisi yang ini lebih tua, lebih angker dengan adanya menara pengawas yang udah gak kepake lagi, lebih classy menurut gw. Keren dah. Kita lewat satu jalan yang isinya bangunan tua dengan tembok2 bata merah tuanya, jendela2 besar, pintu2 besar membuat gw seolah-olah ada di era perdagangan hindia belanja jaman kuno dulu *dalem hati gw bilang ntar abis dari sampoerna gw mau jalan or naik becak ke sini buat foto2 ah*, cuma bedanya kita naik bus aja. Oiya, gw udah bilang belom kalo busnya sampoerna unik banget.
Sampe di HOS, sandra ngajakin buat keliling2 dulu di museumnya. Hal yang akan gw sesali seandainya ke sini tapi gak masuk ke museumnya. Begitu masuk pintunya, sampoerna menyajikan suatu desain ruangan yang hangat banget dengan dominasi warna coklat keemasan dan krem. Warna kayu yang natural banget menyatu dengan perabotan yang sebagian besar dari kayu jati *sotoy mode on*. Lightning nya juga keren banget, bikin orang betah lama2 di sini. Yang di pajang di ruang depan, kebanyakan barang2 pribadi dari Liem Seeng Tee yang adalah pendiri PT. HM Sampoerna. Mulai dari kiosnya pertama kali, bener2 dari gubug dan jualan dari kerupuk, rokok sampe kacang2an.

Ada juga sepedanya dia, lemari dengan foto seluruh badannya Liem Seeng Tee dan istri. Narsis juga mereka. n___n
Di ruangan tengah dipajang foto2 dari para pemegang saham PT. Sampoerna. Yang bagus di ruangan ini t uh toiletnya. Cozy banget buat boker kayaknya. Di ruangan belakang kebanyakan pernak-pernik dari produk2nya sampoerna. Dari kereta kuda, motor kuno sampe kios kecil kayak yang biasanya ada di pinggir jalan. Di atas tempat beli merchandise + kalo hari kerja kayaknya kita bisa ngeliat proses pelintingan rokok.
Udah puas maen2 di HOS, tiba2 si Sandra ngajakin gw buat pegi ke jalan tempat bangunan kuno yang tadi. Wuih… udah sehati kita ternyata.hoohohohoho
Rencana awal gw mau ngajakin Sandra buat naik becak, kasian kalo sampe kulit putihnya harus gosong menemani gw maen panas2an, tapi ternyata dia malah ngajak jalan supaya bisa lebih irit. Hix… terharu gw ngeliat ada ce yang mau di ajak panas2an, that’s why I love her so… much. Foto2 deh kita di situ.
Jalan dikit ke arah JMP, kita naik becak buat pergi ke arah tugu pahlawan. Si abang minta 10rb trus turun jadi 8rb, gw tawar sampe akhirnya deal 6rb. Tapi karena kasian akhirnya pas sampe di tugu gw kasih aja 8rb. Remember, hidup udah cukup keras buat mereka men…
Hehehehe

Nyampe tugu pahlawan ternyata mereka tutup jem setengah 1, padahal waktu itu udah jem… setengah 1. Untung si ibu penjaga loket berbaik hati dan ngasih kita masuk bentar buat liat2, gak banyak yang bisa diliat sih, tapi masak uda jauh2 dateng kesitu gak bisa masuk. Museum di Surabaya tuh aneh2. Dimana2 tempat kayak gituan pas hari libur buka full, ini malah buka setengah hari.
Bagian yang paling asik di sini sebenernya bukan di dalem museum seharga 2rb perak perorang nya itu. tapi pas lagi duduk2 di kursi dibawah pohon rindang yang ada di sekitar lapangan tugu. Cuma dipisahkan oleh tembok antara lapangan dengan keruetan lalu lintas kota Surabaya. Asik dah, sayangnya jam 1 kita harus diusir sama penjaganya dengan alasan tugu mau tutup. Huh…
Perut rasanya udah laper banget, tandanya untuk mencari makan. Tapi masih ada satu tempat yang belom sempet kita kunjungin. Moumen kapal selam *yang mulai sekarang akau kita sebut monkasel*. Jadi kita berdua mutusin untuk makan di daerah sana aja, supaya gak buang waktu, takutnya ntar udah keburu tutup. Dengan menumpang bus Damri, sampailah kita di daerah delta. Perut rasanya gak bisa diajak kompromi lagi, setelah nyari2 tempat makan di pinggir jalan *duit kalo gak salah tinggal 30rb T_T*, kita makan di nasi padang depan monkasel. Ternyata monkasel buka sampe jam 9 malem. Beneran gak sebanding dengan tempat2 yang kita udah kunjungin sebelumnya. Apa yang bisa lu dapetin dari 4rb perak yang udah lu habiskan untuk masuk ke dalam monkasel? Nonton video documenter tentang tu kapal dan anggkatan laut Indonesia *saran doang sih, mendingan gak usah di tonton dah*, foto2 di pinggir kalmias, serta enlightenment experience, dimana lu akan menjadi orang yang sangat bersyukur karena masih bisa menginjak daratan dan pergi bebas kemanapun lu suka. You’ll know what I’m meaning if you go there.
Gak ada yang bisa ngegantiin petualangan hari itu dah, bener2 city adventure dan suatu hari nanti pasti bakalan gw ulangin lagi… bakalan kita ulangin lagi…

Pengeluaran kita hari itu:

  • Ongkos bus @2500------------------------5000

  • Ongkos becak ke HOS---------------------5000

  • Ongkos becak ke tugu pahlawan----------8000

  • Tiket masuk tugu @2000------------------4000

  • Ongkos bus Damri @2500-----------------5000

  • Aqua botol gede-----------------------------2500

  • Nasi padang @8000------------------------16000

  • Tiket masuk monkasel @4000-------------8000

  • Ongkos bus damri ac pulang @4000------8000

  • _______________________________________________________+
  • Total pengeluaran-----------------------61500




  • Special thanx buat nonik ku yang udah membuat petualangan hari itu seru banget. Thanx yah beib, gak akan mungkin bisa seasik ini kalo gak ada kamu. n_____n

    Photo Gallery



  • balaikota







  • cak durasim







  • di depan HOS




  • di dalam HOS












  • di becak



  • kota tua surabaya







  • tugu pahlawan









  • monumen kapal selam




  • kecacatan dari ketidakwarasan

    3 orang berjalan bersamaan
    yang satu terjatuh,
    dua lainnya menahan rindu

    ada orang yang berlarian sepanjang jalan
    meneriakan yang kata orang2 disebut cinta
    2 orang setengah membungkuk
    mencari apa artinya cinta itu...
    ketika suara anjing hutan melolong memecah hening
    ketika kera hitam pun saling berahutan
    namun aku tetap tidak dapat menemukan apa yang kucari
    mendengar apa yang mereka teriakan
    meraba apa yang telah ku dapatkan

    aku buta
    aku tuli
    hanya bisa merasakan kecacatan dan ketidakwarasan jiwaku saat ini
    saat aku bertemu dengannya
    saat aku menyebut namanya
    lirih terasa
    bimbang menyentuh asa

    takut
    aku takut semuanya salah
    kalah sebelum berperang
    ketika 3 prajurit kebenaran tewas di telaga
    aku takut menjadikannya yang ke lima

    aku ingin berjalan dan tidak berlari
    rehat sejenak namun tak ingin terlambat
    menikmati dan bukan tergesa-gesa
    hanya ada dia,
    dia
    dan dia
    untuk selamanya

    About this blog

    ini jelas-jelas punya rikes n___n